14 Desember 2018
6 Penyebab Banned Google AdSense yang Jarang Diketahui Pemula

6 Penyebab Banned Google AdSense yang Jarang Diketahui Pemula

By on 13 Oktober 2018 0

Belakangan ini banyak AdSenser yang merasa galau lantaran terkena banned dari Google AdSense, bahkan saking kesalnya ada yang mau mengumpulkan masa untuk demo di kantor perwakilan Google di Gedung Cyber 2, Kuningan – Jakarta, Weh… 😀 Saya turut bersimpati kepada yang terkena banned, apalagi bagi yang punya harapan besar di Google AdSense, semoga ada rezeki lain yang bisa sobat dapatkan.

Bagi sobat yang terkena banned dari AdSense jangan marah-marah dulu karena merasa tidak bersalah dan balik menyalahkan Google, pertanyaannya apa iya tidak ada peraturan yang sobat langgar? sudah main bersih atau adakah 6 hal di bawah ini yang sobat lakukan? 🙂

1. Situs MFA
MFA singkatan dari Made for AdSense, adalah sebuah website yang khusus diperuntukkan untuk mendapatkan earning dari Google AdSense, jelas situs beraliran MFA bersalah, karena tujuan utama sebuah situs diperuntukkan bagi pembaca bukan semata-mata untuk AdSense.

Bagi yang terbiasa melakukan blogwalking cukup mudah untuk menilai blog tersebut MFA atau bukan, kelihatan dari themes yang digunakan, cara penulisan, posisi iklan, traffic dsb.

Solusi :
Buatlah situs yang berguna, sehingga visitor yang datang ke situs sobat merasa mendapatkan apa yang dicari dan jauhilah themes yang diperuntukkan khusus untuk AdSense.

2. Melanggar TOS
Sebagai seorang AdSenser apa sudah MEMBACA TOS dari Google AdSense?
Coba baca lagi, buka-buka forum dan konsultasi kepada AdSenser senior mengenai konten dan perihal lain seputar AdSense, tidak perlu malu karena malu bertanya sesat di AdSense 🙂

3. Autoblog
Blog berjalan otomatis menjadi target operasional dari AdSense, waspadalah!

4. Website Copy-Paste
Yang dimaksud blog copy-paste adalah blog (biasanya MFA) yang kontennya berasal dari sumber-sumber lain yang memang tidak diperuntukkan untuk dicopy-paste, contohnya artikel pribadi, newsletter dsb.

Copy-Paste silakan tapi kasih sumbernya dan konten copy-paste jangan dijadikan kekuatan utama dalam website yang diikut sertakan di Google AdSense.

5. Traffic Website Rendah
Website yang memiliki traffic rendah dianggap ‘nyampah’ dan tidak serius keikut sertaannya di Google AdSense, mungkin dengan alasan efisiensi dan menjaga loyalitas para AdSenser maka Google AdSense melakukan banned pada website-website yang kurang atau tidak berkualitas dari segi traffic.

6. Konversi Rendah
Ini teorinya pak guru Noviku (*aku angkat ya pak guru) menurut beliau blog-blog yang memiliki konversi klik rendah akan terkena banned dari AdSense, mirip seperti kasusnya ppc kliksaya.com dulu yang di mana blog-blog dengan traffic kecil akan diban karena dianggap ‘nyampah’ dan tidak serius serta memberatkan server, tujuan bannednya pun sama dengan poin 5 di atas yaitu efisiensi serta menjaga kualitas dari iklan Google AdSense yang ditampilkan.

Solusi untuk poin 5 dan 6 adalah :
saya berkali-kali memberikan advice kepada para AdSenser pemula, kalau mau ikutan Google AdSense maka sebaiknya ramaikan dulu websitenya hingga benar-benar berkualitas dan ramai, kalau menggunakan statistik buatlah dulu website tersebut minimal ada 100 unique visitor yang datang setiap hari, Alexa sekitar 1 jutaan dan memiliki konten yang berkualitas setidaknya 50 post berkualitas.

Coba sobat pikirkan buat apa memasang iklan Google AdSense dan hanya dapat 1 dollar per hari? Earning segitu perlu waktu 4-5 bulan hingga bisa dicairkan kalau tidak ada perubahan dari segi kualitas websitenya, lebih baik ramaikan dulu sehingga earning lebih berasa dan berasa lebih 🙂 Jangan pertaruhkan resiko akun Google AdSense sobat hanya untuk earning $1 per hari 🙂

The Quetions is…
Tanda Tanya // Image source : rogerogreen.com.

Sebuah pertanyaan muncul, mengapa ada beberapa website yang jelas-jelas bersalah namun masih tetap exist sampai sekarang? bahkan earningnya semakin lama semakin besar.

Jawabannya ada 4 kemungkinan, saya kemukakan dari pengalaman saya ber-Google AdSense selama 5 tahun serta sharing dari teman-teman.

1. Member Senior
Google AdSense menjaga para AdSenser yang loyal kepadanya, yaitu yang sudah tergabung lama, senior, profesional dan dianggap menguntungkan oleh Google, member-member senior ini jika melakukan kesalahan maka diberikan ruang untuk memperbaiki kesalahnnya, misalnya ditegur via email, diberikan peringatan serta diberikan nasehat agar sesuai dengan rules, dengan begitu member-member senior tidak langsung kena banned jika ada kesalahan.

AdSenser senior juga mendapatkan previlege khusus lainnya yaitu, jika ada pelanggaran fatal di websitenya maka biasanya bukan akunnya yang dibanned tapi hanya websitenya saja yang terkena banned.

2. Keperluan Riset Tim Google AdSense
Sebagai perusahaan yang juga bergerak di bidang periklanan tim riset Google AdSense juga perlu data, perlu statistik, misalnya
– Iklan apa yang keluar jika kontennya adalah konten dewasa?
– Iklan apa yang keluar jika kontennya memuat konten judi? apakah yang keluar adalah iklan yang berhubungan games, finansial atau yang lainnya?
– Apakah konten yang dilarang ditampilkan oleh Google AdSense memiliki konversi yang sama dengan konten yang diperbolehkan?

Hal-hal tersebut perlu jawaban *Kira-kira sobat tau gak jawabannya? 🙂

Untuk itulah biasanya tim support memberikan adding time dan barulah setelah itu diambil tindakan.

3. Belum Ketahuan
Ini kemungkinan kecil, karena iklan Google keluar berdasarkan isi konten website yang dapat dengan mudah dideteksi apakah konten yang dilarang atau diperbolehkan.

4. Tidak Melanggar
Jika menurut sobat ada website yang melanggar TOS dari Google AdSense mungkin tim Google AdSense berpikiran lain, mungkin sah-sah saja 🙂

Save Google AdSense Indonesia // Image source : witdodo.com.

Apakah saya pernah terkena ban?
Jawabannya yup pernah, yaitu pada tahun 2007, pada waktu itu saya sangat kesal terkena ban dan sempat menyalahkan Google AdSense, namun setelah dipikir dan ditelaah ternyata kesalahan memang benar kepada saya.

Banned Pertama
Pada banned pertama saya mengakui kesalahan saya karena waktu itu saya melakukan pelanggaran TOS dalam hal mendatangkan traffic dengan menggunakan metode yang tidak diizinkan oleh Google AdSense sehingga dianggap membahayakan pengiklan.

Banned Kedua
Pada tahun yang sama yaitu 2007, yaitu setelah dibanned saya membuat 2 akun AdSense, keduanya diapprove, namun selang beberapa lama kemudian satu akun dibanned padahal earningnya masih $0 alias belum ada earning sama sekali, di sini saya merasa kesal karena berpikir “diklik saja belum tapi sudah kena banned” namun ternyata saya menyadari bahwa akun ganda dilarang oleh Google AdSense.

Saya harusnya bersyukur karena yang dibanned hanya 1 akun saja, yang 1 akun tetap dibiarkan hidup, dan akun hidup itulah yang saya gunakan hingga saat ini 🙂

Semoga yang saya tulis berguna khususnya bagi para pemula yang baru mengenal Google AdSense, kuncinya satu kok kalau mau aman yaitu patuhi rules, simple 🙂

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *